Theme Preview Rss

Analisis Risiko Saham Perusahaan dan Analisis Portofolio Bisnis Perusahaan

Ini adalah tugas ke-2 untuk mata kuliah Manajemen Risiko di semester ini. Topik tugas ke-2 ini adalah seperti yang sudah dituliskan sebagai judul postingan kali ini yaitu : Analisis Risiko Saham Perusahaan dan Analisis Portofolio Bisnis Perusahaan. Tugas yang sangat menyenangkan karena kali ini kami membahas mengenai perusahaan UNILEVER Indonesia.
Isi laporan kami antara lain:
1. Diskripsi singkat Unilever termasuk profil bisnisnya.
2. Analisis risiko saham Unilever dan risiko pasar.
        a. Analisis rerata dan standar deviasi return saham dan return pasar serta Beta Saham Unilever.
        b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan return saham dan return pasar.
3. Analisis portofolio bisnis perusahaan menggunakan BCG matrix.
        a. Faktor-faktor yang dipergunakan untuk melakukan analisis.
4. Kesimpulan.

Jika teman-teman ingin memiliki atau sekedar melihat hasil kerja kami mengenai analisis risiko saham dan analisis portofolio bisnis Unilever, teman-teman dapat megunduhnya di link dibawah ini:


dan, maaf kan kami jika mungkin analisis yang kami buat tidak benar-benar memuaskan rasa ingin tau teman-teman atau mungkin data yang kami tampilkan kurang begitu lengkap. Jika kedepan kami mengetahui kekurangan hasil kerja kami, kami akan melakukan postikan baru sebagai klarifikasi lanjutan. Dan jika memang hasil kerja kami ternyata banyak kekurangan, kami mohon maaf dan jika teman-teman ingin mengkoreksinya, teman-teman dapat menuliskan komentar untuk post ini.

Terima kasih.

Kelompok Enterprise.

Roald Amundsen Vs. Robert Falcon Scott

Ada yang sudah familiar dengan kedua nama yang dijadikan judul artikel kali ini? Yup! mereka adalah penjelajah antartika yang sangat terkenal, Roald Amundsen dari Norwegia dan Robert Valcon Scott dari Inggris. Kedua penjelajah legendaris ini berlomba-lomba untuk menginjakan kaki pertama kalinya di puncak antartika yang dahulu dianggap sebagai benua kegelapan. Jika mereka berlomba-lomba, siapakah yang menang? Jika langsung menemukan jawabannya, tentu tidak asik.

Sedikit cerita mengenai kisah kedua penjelajah ini yang bisa teman-teman baca pula dalam buku "Cerita dari 7 Puncak Dunia" edisi antartika.

Amundsen adalah pelaut asal Norwegia yang berhasil menakhlukan antartika sebelum Scott, penjelajah dari Inggris. Amundsen menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah tim mencapai tujuan, tidak sekedar karena kecukupan dana, sumber daya yang memadahi, tekhnologi, dan hal-hal teknis lainnya, namun yang paling penting adalah Pemimpin. Pemimpin yang dapat memperkirakan risiko, yang dapat meningkatkan semangat para anggotanya dalam keadaan paling menakutkan sekalipun. Amundsen berangkat menuju puncak antartika tidak dengan dana yang berkelimpahan, namun dengan para penjelajahnya, berbekal makanan yang mencukupi kebutuhan mereka, membawa anjing-anjing norwegia dan kereta salju sederhana sebagai kendaraan mereka, dan tidak lupa semangat yang menggebu. Lain halnya dengan Scott, ia dan tim-nya adalah utusan dari Inggris, dengan kata lain dapat di jelaskan bahwa mereka pastinya memperoleh dukungan dana yang sangat tinggi, memiliki anggota tim yang sangat kompeten, berbekal kereta salju dan kuda sebagai kendaraan mereka, dan makanan yang kurang memenuhi kebutuhan mereka, selain itu, kuda dan kereta salju yang mereka bawa pun pada akhirnya tidak membantu perjalanan mereka. 
Saat ditengah perjalanan, Amundsen memberika semangat pada para regunya, sehingga mereka saling mendukung dan pada akhirnya tiba di puncak antartika pada tanggal 14 Desember 1911, dengan mengorbankan sebagian anjing-anjing yang mereka bawa untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka. Berbeda dengan tim Amundsen, tim Scott justru saling menyalahkan saat mereka merasa tidak mampu menempuh perjalanan tersebut, beberapa anggota tim akhirnya memilih untuk berputar arah dibandingkan meneruskan perjalanan hingga di puncak antartika, sekalipun dengan banyaknya perpecahan, Scott pada akhirnya juga mencapai puncak antartika 35 hari lebih lambat dari Amundsen. Ketika tim Scott tiba di puncak antartika, melihat bendera Norwegia dan sisa pesta keberhasilan Norwegia, Ia dan tim-nya pun merasa sedikit frustasi. Dalam perjalanan pulang, satu dari tiga anggota tim Scott yang tersisa pun meninggal dunia, dan pada akhirnya pun Scott dan 1 orang lainnya meninggal (karena kedinginan dan kelaparan) dalam tenda yang ia dirikan, 20 km dari pemberhentian terakhir penjelajahan antartika. Sedangkan Amundsen dan tim, semuanya tiba di Norwegia dengan keadaan untuh, namun dengan jumlah anjing yang tidak lengkap lagi.

Dari cerita itu, kita dapat melihat arti penting dari seorang pemimpin, entah bagaimana teman-teman menilai arti pemimpin dari cerita tersebut, yang pasti, tanpa pemimpin yang benar-benar dapat mempersatukan setiap anggota dalam tim, sebuah tim tidak akan jadi apa-apa.

Maaf ya, kalo kesimpulannya agak ngawur, udah agak ngelindur karena sekarang udah hampir pukul 00.00 cerita lengkap dari kedua pandangan penjelajah bisa temen-temen liat di:
http://www.norwegia.or.id/About_Norway/history/expolorers/amundsen/
dan
dan yang pasti dari buku yang judulnya udah disebutin diatas. Maaf ya, kalo ada kesalahan dalam penulisan cerita, yang jelas intinya seperti itu, maklum baru baca lengkap 1 kali, besok-besok kalo dapet cerita lengkapnya bakalan di post lagi deh disini. hehe..

Tugas #1

Well, tengah malem, hampir ganti hari. Haduh, gara-gara pergi seharian sampe hampir lupa kalo hari ini batas terakhir buat nge-post di blog tentang tugas Manajemen Risiko. Tapi ini sedikit dari yang bisa kami berikan. Paper tentang analisis, identifikasi, dan penanganan risiko di JMS (Jogjakarta Montesori School)

Jika teman-teman ada yang ingin meng-akses paper  hasil analisis kami, teman-teman dapat meng-klik DISINI

Namun jika teman-teman ingin meng-akses power point sederhana buatan kami, teman-teman bisa meng aksesnya DISINI

Profile Anggota Kelompok

Kelompok ENTERPRISE ini beranggotakan :


    1. Theresia Hanna Laksono  (0903 17706)
    2. Maria Ellysa  (0903 17872)
    3. Maria Margaretta Wiharjo  (0903 17718)
    4. Lasmaria Vintakaningrum Sagala (0903 17691)

kami berempat memang sudah sering berkelompok dalam berbagai mata kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Dengan alasan ini, kami yakin bahwa kami kemungkinan besar bisa bekerja sama dengan baik dan menjadi tim yang solid.

Mengapa Manajemen Risiko?

Banyak orang yang beranggapan Manajemen Keuangan adalah bidang yang sangat membosankan, karena harus terus bergelut dengan angka dan tidak pernah berhenti menghitung dengan segala kerumitan statistik dan rumus-rumus yang sangat membingungkan.

Kami setuju dengan anggapan tersebut, namun kami memiliki alasan sendiri untuk mengambil mata kuliah Manajemen Risiko ini, antara lain:

  • jika banyak orang berargumen bahwa mereka mengambil mata kuliah tertentu (misal: Man. Risiko) karena hanya mata kuliah ini yang ada yang dapat mereka gunakan untuk memenuhi target SKS mereka yang 24 SKS, kami tidak demikian. Kami mengambil mata kuliah manajemen risiko karena kami memang ingin mempelajari dasar dari bentuk-bentuk risiko dalam bisnis.
  • sekalipun tidak semua anggota kelompok kami ingin bergabung dalam jurusan "Manajemen Keuangan", kami semua sadar kalau kami membutuhkan mata kuliah ini, karena bisnis memiliki tren  yang selalu berubah dan memiliki risiko bisnis yang cukup tinggi, sedangkan kami semua pada akhirnya akan berkarir di dunia bisnis.
  • sebelum mengambil mata kuliah ini, kami juga sudah mengambil mata kuliah "Prediksi Bisnis / Business Forecasting" di semester 3 lalu, dan untuk melengkapi pengetahuan kami tentang prediksi bisnis dan risiko nya, kami membutuhkan mata kuliah ini.
Demikianlah beberapa alasan mengapa kami mengambil mata kuliah "Manajemen Risiko" di smester ini. Saat kami memperoleh pengetahuan lain yang saat ini belum bisa kami perkirakan, kami akan sesegera mungkin memeperbarui posting edisi ini. 
Sekian dari kami. 

"Enterprise Blog"

Mengapa "Enterprise"?

Setiap kali kami mengambil mata kuliah yang diampu oleh Bapak Djatmiko Wibowo A. SE. SIP. MSF. kami selalu memperoleh tugas untuk membentuk sebuah kelompok untuk penyelesaian tugas akhir dan menciptakan sebuah blog yang berisi artikel yang berhubungan dengan perkuliahan atau hal-hal lain yang berguna bagi banyak orang.
Awalnya kami sedikit bingung saat Pak Alex meminta kami untuk menuliskan nama kelompok kami di secarik kertas yang sudah bertuliskan nama-nama anggota kelompok kami.
Setelah mempertimbangkan cukup lama dengan inspirasi dari sebuah buku yang tergeletak di meja Pak Alex selama perkuliahan berlangsung dan didukung dengan intensitas pengucapan kata tersebuh di kelas Manajemen Risiko (Finance442), akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan kata "ENTERPRISE"sebagai nama kelompok kami.

Manajemen Risiko

PENGERTIAN MANAJEMEN RISIKO
Istilah (risk) risiko memiliki berbagai definisi. Risiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. [3] Vaughan (1978) mengemukakan beberapa definisi risiko sebagai berikut:
- Risk is the chance of loss (Risiko adalah kans kerugian).
Chance of loss berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian. Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian. Dalam hal chance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada.
- Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian).
Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada diantara nol dan satu. Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.
- Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian).
Uncertainty dapat bersifat subjective dan objective. Subjective uncertainty merupakan penilaian individu terhadap situasi risiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap individu yang bersangkutan. Objective uncertainty akan dijelaskan pada dua definisi risiko berikut.
- Risk is the dispersion of actual from expected results (Risiko merupakan penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan).
Ahli statistik mendefinisikan risiko sebagai derajat penyimpangan sesuatu nilai disekitar suatu posisi sentral atau di sekitar titik rata-rata.
- Risk is the probability of any outcome different from the one expected (Risiko adalah probabilitas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan). Menurut definisi di atas, risiko bukan probabilita dari suatu kejadian tunggal, tetapi probabilita dari beberapa outcome yang berbeda dari yang diharapkan.
Dari berbagai definisi diatas, risiko dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak diinginkan, atau tidak terduga. Dengan kata lain, kemungkinan itu sudah menunjukkan adanya ketidakpastian.
Risiko dapat terjadi pada pelayanan, kinerja, dan reputasi dari institusi yang bersangkutan. Risiko yang terjadi dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kejadian alam, operasional, manusia, politik, teknologi, pegawai, keuangan, hukum, dan manajemen dari organisasi.
Suatu risiko yang terjadi dapat berasal dari risiko lainnya, dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Risiko rendahnya kinerja suatu instansi berasal dari risiko rendahnya mutu pelayanan kepada publik. Risiko terakhir disebabkan oleh faktor-faktor sumber daya manusia yang dimiliki organisasi dan operasional seperti keterbatan fasilitas kantor. Risiko yang terjadi akan berdampak pada tidak tercapainya misi dan tujuan dari instansi tersebut, dan timbulnya ketidakpercayaan dari publik.
Risiko diyakini tidak dapat dihindari. Berkenaan dengan sektor publik yang menuntut transparansi dan peningkatan kinerja dengan dana yang terbatas, risiko yang dihadapi instansi Pemerintah akan semakin bertambah dan meningkat. Oleh karenanya, pemahaman terhadap risiko menjadi keniscayaan untuk dapat menentukan prioritas strategi dan program dalam pencapaian tujuan organisasi.
Risiko dapat dikurangi dan bahkan dihilangkan melalui manajemen risiko. Peran dari manajemen risiko diharapkan dapat mengantisipasi lingkungan cepat berubah, mengembangkan corporate governance, mengoptimalkan penyusunan strategic management, mengamankan sumber daya dan asset yang dimiliki organisasi, dan mengurangi reactive decision making dari manajemen puncak.
Menurut COSO, risk management (manajemen resiko) dapat diartikan sebagai ‘a process, effected by an entity’s board of directors, management and other personnel, applied in strategy setting and across the enterprise, designed to identify potential events that may affect the entity, manage risk to be within its risk appetite, and provide reasonable assurance regarding the achievement of entity objectives.’ [4] Definisi risk management di atas dapat dijabarkan lebih lanjut berdasarkan kata-kata kunci sebagai berikut:
- On going process
Risk management dilaksanakan secara terus menerus dan dimonitor secara berkala. Risk management bukanlah suatu kegiatan yang dilakukan sesekali (one time event).
- Effected by people
Risk management ditentukan oleh pihak-pihak yang berada di lingkungan organisasi. Untuk lingkungan institusi Pemerintah, risk management dirumuskan oleh pimpinan dan pegawai institusi/departemen yang bersangkutan.
- Applied in strategy setting
Risk management telah disusun sejak dari perumusan strategi organisasi oleh manajemen puncak organisasi. Dengan penggunaan risk management, strategi yang disiapkan disesuaikan dengan risiko yang dihadapi oleh masing-masing bagian/unit dari organisasi.
- Applied across the enterprise
Strategi yang telah dipilih berdasarkan risk management diaplikasikan dalam kegiatan operasional, dan mencakup seluruh bagian/unit pada organisasi. Mengingat risiko masing-masing bagian berbeda, maka penerapan risk management berdasarkan penentuan risiko oleh masing-masing bagian.
- Designed to identify potential events
Risk management dirancang untuk mengidentifikasi kejadian atau keadaan yang secara potensial menyebabkan terganggunya pencapaian tujuan organisasi.
- Provide reasonable assurance
Risiko yang dikelola dengan tepat dan wajar akan menyediakan jaminan bahwa kegiatan dan pelayanan oleh organisasi dapat berlangsung secara optimal.
- Geared to achieve objectives
Risk management diharapkan dapat menjadi pedoman bagi organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.

 
Gambar 1. Risiko dan Tujuan Organisasi 

Sebagaimana dijelaskan pada Gambar 1, risiko terjadi pada unit-unit dari suatu organisasi berkenaan dengan aktivitas dari masing-masing unit. Risiko terdapat pada tindakan manajemen dalam memamfaatkan sumber daya yang dimiliki (asset) dan proses operasi berikut aktivitas pengendalian yang ada. Risiko-risiko kritis dan signifikan yang tidak tertangani akan berdampak pada pencapaian tujuan-tujuan dari setiap unit. Kegagalan pencapaian tujuan pada unit akan berpengaruh langsung pada tidak terpenuhinya tujuan organisasi.

 
Gambar 2. Penentuan Prioritas Faktor Risiko 


Setiap organisasi, baik pemerintah maupun swasta, tidak rentan terhadap risiko. Banyak faktor penyebab terjadinya risiko baik yang berasal dari internal perusahaan maupun lingkungan eksternal. IIA mengemukakan secara detail penentuan prioritas faktor risiko sebagaimana disajikan pada Gambar 2. 

di salin dari : http://www.bppk.depkeu.go.id/index.php/2008050881/jurnal-akuntansi-pemerintah/manajemen-risiko-di-lingkungan-pemerintah-pengantar-aplikasi-pada-unit-unit-departemen-keuangan/pengertian-manajemen-risiko.html