Theme Preview Rss

Roald Amundsen Vs. Robert Falcon Scott

Ada yang sudah familiar dengan kedua nama yang dijadikan judul artikel kali ini? Yup! mereka adalah penjelajah antartika yang sangat terkenal, Roald Amundsen dari Norwegia dan Robert Valcon Scott dari Inggris. Kedua penjelajah legendaris ini berlomba-lomba untuk menginjakan kaki pertama kalinya di puncak antartika yang dahulu dianggap sebagai benua kegelapan. Jika mereka berlomba-lomba, siapakah yang menang? Jika langsung menemukan jawabannya, tentu tidak asik.

Sedikit cerita mengenai kisah kedua penjelajah ini yang bisa teman-teman baca pula dalam buku "Cerita dari 7 Puncak Dunia" edisi antartika.

Amundsen adalah pelaut asal Norwegia yang berhasil menakhlukan antartika sebelum Scott, penjelajah dari Inggris. Amundsen menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah tim mencapai tujuan, tidak sekedar karena kecukupan dana, sumber daya yang memadahi, tekhnologi, dan hal-hal teknis lainnya, namun yang paling penting adalah Pemimpin. Pemimpin yang dapat memperkirakan risiko, yang dapat meningkatkan semangat para anggotanya dalam keadaan paling menakutkan sekalipun. Amundsen berangkat menuju puncak antartika tidak dengan dana yang berkelimpahan, namun dengan para penjelajahnya, berbekal makanan yang mencukupi kebutuhan mereka, membawa anjing-anjing norwegia dan kereta salju sederhana sebagai kendaraan mereka, dan tidak lupa semangat yang menggebu. Lain halnya dengan Scott, ia dan tim-nya adalah utusan dari Inggris, dengan kata lain dapat di jelaskan bahwa mereka pastinya memperoleh dukungan dana yang sangat tinggi, memiliki anggota tim yang sangat kompeten, berbekal kereta salju dan kuda sebagai kendaraan mereka, dan makanan yang kurang memenuhi kebutuhan mereka, selain itu, kuda dan kereta salju yang mereka bawa pun pada akhirnya tidak membantu perjalanan mereka. 
Saat ditengah perjalanan, Amundsen memberika semangat pada para regunya, sehingga mereka saling mendukung dan pada akhirnya tiba di puncak antartika pada tanggal 14 Desember 1911, dengan mengorbankan sebagian anjing-anjing yang mereka bawa untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka. Berbeda dengan tim Amundsen, tim Scott justru saling menyalahkan saat mereka merasa tidak mampu menempuh perjalanan tersebut, beberapa anggota tim akhirnya memilih untuk berputar arah dibandingkan meneruskan perjalanan hingga di puncak antartika, sekalipun dengan banyaknya perpecahan, Scott pada akhirnya juga mencapai puncak antartika 35 hari lebih lambat dari Amundsen. Ketika tim Scott tiba di puncak antartika, melihat bendera Norwegia dan sisa pesta keberhasilan Norwegia, Ia dan tim-nya pun merasa sedikit frustasi. Dalam perjalanan pulang, satu dari tiga anggota tim Scott yang tersisa pun meninggal dunia, dan pada akhirnya pun Scott dan 1 orang lainnya meninggal (karena kedinginan dan kelaparan) dalam tenda yang ia dirikan, 20 km dari pemberhentian terakhir penjelajahan antartika. Sedangkan Amundsen dan tim, semuanya tiba di Norwegia dengan keadaan untuh, namun dengan jumlah anjing yang tidak lengkap lagi.

Dari cerita itu, kita dapat melihat arti penting dari seorang pemimpin, entah bagaimana teman-teman menilai arti pemimpin dari cerita tersebut, yang pasti, tanpa pemimpin yang benar-benar dapat mempersatukan setiap anggota dalam tim, sebuah tim tidak akan jadi apa-apa.

Maaf ya, kalo kesimpulannya agak ngawur, udah agak ngelindur karena sekarang udah hampir pukul 00.00 cerita lengkap dari kedua pandangan penjelajah bisa temen-temen liat di:
http://www.norwegia.or.id/About_Norway/history/expolorers/amundsen/
dan
dan yang pasti dari buku yang judulnya udah disebutin diatas. Maaf ya, kalo ada kesalahan dalam penulisan cerita, yang jelas intinya seperti itu, maklum baru baca lengkap 1 kali, besok-besok kalo dapet cerita lengkapnya bakalan di post lagi deh disini. hehe..

0 komentar:

Posting Komentar